Ilmuwan Temukan Perubahan Besar Otak Manusia di Usia 50 hingga 75 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan mengidentifikasi perubahan signifikan pada otak manusia dari usia 50-75 tahun. Penelitian di jurnal Science menggunakan teknik sel tunggal lanjutan pada hipokampus menunjukkan penurunan mikrogia sel imun otak yang berasal dari perkembangan embrionik, diganti sel dengan karakteristik inflamasi lebih tinggi. Sel pengganti menyerupai sel imun darah dan berpotensi memicu peradangan kronis. Selain itu, terjadi kerusakan pada genom 3D sel otak, mengganggu regulasi gen aktif-nonaktif. Temuan ini menantang asumsi bahwa mikrogia tetap stabil sepanjang hidup dan membuka jalan terapi untuk menjaga integritas sirkuit otak.
Bagikan
Berita terkait
5 Makanan Ini Bantu Turunkan Risiko Serangan Alzheimer
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 05.55
Periksa Mata Bisa Deteksi Alzheimer? Studi Ungkap Tanda Awal Penyakit di Retina
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 21.04
Terapi Oksigen Hiperbarik Bantu Pemulihan Jaringan, Benarkah Bisa Cegah Penuaan?
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.03
Sering Terbangun Malam Hari? Dokter Peringatkan Adanya Sinyal Gejala Dini Alzheimer
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 08.08