Imparsial Nilai Remiliterisasi Mengancam Demokrasi, Ingatkan Publik soal Reformasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra memperingatkan bahwa setelah 28 tahun Reformasi, terlihat indikasi remiliterisasi yakni penguatan kembali peran militer dalam ranah sipil. Hal ini ditandai dengan pelibatan TNI dalam berbagai urusan dan jabatan sipil, ekspansi struktur komando teritorial, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan, dan keterlibatan militer dalam program seperti Koperasi Desa Merah Putih. Keterlibatan ini, menurut Ardi, merupakan rekonsolidasi militerisme yang berlangsung bertahap, dimulai dari normalisasi kehadiran militer di ranah sipil hingga dianggap wajar dalam pemerintahan dan masyarakat.
Ardi mengingatkan kembali konteks Reformasi 1998 yang mulai luput dari ingatan publik, terutama generasi muda yang lahir setelah Reformasi. Gerakan mahasiswa dan masyarakat pada 1998 merupakan perlawanan terhadap rezim Orde Baru di bawah Soeharto yang bersifat militeristik. Reformasi menuntut agenda seperti penghapusan dwifungsi ABRI, pemisahan TNI dan Polri, penegasan supremasi sipil, dan pembangunan TNI sebagai kekuatan militer yang profesional.
Menurut Ardi, profesionalisme militer berarti TNI harus fokus pada pertahanan dengan kemampuan tempur dan persenjataan yang memadai untuk menghadapi ancaman dari luar, bukan mengurusi urusan sipil. Namun, kini TNI terlibat dalam sektor pertanian, peternakan, hingga pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan. Penugasan prajurit untuk mengurus ternak seperti kambing dan bebek dianggap jauh dari konsep tentara profesional dan menjauhkan TNI dari tugas pokoknya di bidang pertahanan.
Bagikan
Berita terkait
Koalisi Sipil: Keamanan Masyarakat Bukan Mandat TNI, Setop Militerisasi Ruang Sipil
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 00.01
Bekali 1.482 Penyuluh Pencegahan dan Penanganan Karhutla, TNI Tekankan Sebagai Misi Kemanusiaan
JawaPos · 1 September 2026 pukul 17.00
HUT DPD-MPR, Ketua DPD Harap Lembaga Parlemen Solid & Kolaboratif
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.50
TNI Siapkan 1.482 Penyuluh Karhutla, Pati Sahli Panglima TNI Tekankan Misi Kemanusiaan
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 16.22