Indikasi Perburuan Rente Impor Pikap Koperasi Desa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga adanya perburuan rente sebesar Rp4,86-5,54 triliun dalam pengadaan pikap 4×4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. PT Agrinas Pangan Nusantara, yang ditunjudi untuk mengelola program tersebut, mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra & Mahindra India melalui perantara PT Bumi Indo Gemilang (BIG). ICW menemukan harga rata-rata pembelian pikap hanya Rp168,8 juta per unit, sementi harga kontrak mencapai Rp255 juta per unit, menimbulkan selisih hingga Rp69,4 juta per unit. Jika dikalikan dengan 80.000 unit yang direncanakan, potensi kerugian negara mencapai triliah rupiah. PT BIG, yang tidak memiliki latar belakang kuat di sektor otomotif, diduga bertindak sebagai perantara yang memperoleh keuntungan besar dari transaksi ini. Direktur PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengklaim tidak mengetahui proses pemilihan PT BIG dan menyatakan bahwa penunjukan dilakukan oleh Mahindra & Mahindra.
Bagikan
Berita terkait
Sambut HUT RI, SOKSI Suarakan Urgensi Dampak Nyata Kemerdekaan bagi Rakyat
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Kopdes Merah Putih di Kudus Dibangun di Tengah Perkebunan, Camat: Sangat Representatif
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 17.31
Purbaya: Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Sebagian Dicicil dari Dana Desa
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.15