Indikasi Perburuan Rente Impor Pikap Koperasi Desa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga adanya perburuan rente sebesar Rp4,86-5,54 triliun dalam pengadaan pikap 4×4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. PT Agrinas Pangan Nusantara, yang ditunjudi untuk mengelola program tersebut, mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra & Mahindra India melalui perantara PT Bumi Indo Gemilang (BIG). ICW menemukan harga rata-rata pembelian pikap hanya Rp168,8 juta per unit, sementi harga kontrak mencapai Rp255 juta per unit, menimbulkan selisih hingga Rp69,4 juta per unit. Jika dikalikan dengan 80.000 unit yang direncanakan, potensi kerugian negara mencapai triliah rupiah. PT BIG, yang tidak memiliki latar belakang kuat di sektor otomotif, diduga bertindak sebagai perantara yang memperoleh keuntungan besar dari transaksi ini. Direktur PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengklaim tidak mengetahui proses pemilihan PT BIG dan menyatakan bahwa penunjukan dilakukan oleh Mahindra & Mahindra.
Bagikan
Berita terkait
26.661 Bangunan Kopdes Merah Putih Rampung, Tapi Baru 1.081 yang Beroperasi
JawaPos · 29 September 2026 pukul 23.00
Dirut Agrinas: 1.081 Kopdes Merah Putih Beroperasi, Total Transaksi Rp 31 Miliar
JawaPos · 29 September 2026 pukul 20.00
Banyak Manajer Kopdes Penempatan Jauh, Zulhas: Diterima Dulu Nanti Disesuaikan
kumparan · 29 September 2026 pukul 19.37
Bos Agrinas soal Utang Kopdes: Itu Hak Kemenkeu, Saya Tukang Bangunan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 19.35