Indonesia Bangun Ekosistem Terapi Sel dan Gen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia sedang menyiapkan pengembangan terapi sel dan gen sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan untuk menghadapi peningkatan beban penyakit kanker. Pemerintah dan sektor kesehatan mengakui pentingnya precision medicine dengan data genomik. Berdasarkan data IARC 2022, Indonesia memiliki 408.661 kasus kanker baru dan 242.099 kematian. Pemerintah memperkirakan beban kasus dan kematian kanker akan meningkat 63 persen pada 2025-2040 jika strategi tidak berubah. Penguatan dilakukan melalui DBSDLS, BGSI, dan Peraturan BPOM No. 8 Tahun 2025 untuk regulasi ATMP. Kolaborasi antara industri, akademisi, klinisi, dan regulator diperlukan untuk memastikan implementasi aman dan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 09.00
Benarkah Radiasi Ponsel Bisa Sebakan Kanker? Ini Penjelasan Dokter
Berita terkait
Begini Upaya MAS Arya Tingkatkan Kesadaran Terhadap Kanker di Industri Garmen
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.38
Menghadapi Kanker: Diagnosis Tepat, Terapi Tepat, dan Kolaborasi Menjadi Kunci
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 20.17
Teka-Teki Terbesar di Tubuh Manusia Dibongkar, Ungkap Rahasia Kanker
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.50
Kemenkes Dorong Terapi Sel Indonesia Setara Jepang, Ini Strateginya
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 15.20