Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Sampaikan Duka Cita Atas Banjir Bandang di Nepal dan China

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Gyirong, Wilayah Otonomi Xizang Republik Tiongkok, dan Distrik Rasuwa, Provinsi Bagmati Nepal, pada 26 Agustus 2026. Dalam pernyataan di media sosial, Indonesia menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan masyarakat Tiongkok dan Nepal, khususnya kepada keluarga korban dan masyarakat yang terdampak. Indonesia juga berharap upaya pencarian, penyelamatan, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar dan efektif.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang didukung oleh helikopter dan drone terus berlanjut. Jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 362 orang, dengan lebih dari 1.300 orang dinyatakan hilang. Kepolisian Nepal melaporkan 359 kematian dan 826 orang hilang, termasuk wisatawan, warga negara asing, pejabat sipil, tentara, dan polisi. Otoritas Beijing melaporkan tiga kematian dan 558 orang hilang di wilayah Tibet.

Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Beijing dan KBRI Dhaka terus memantau situasi terkait bencana ini. Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menyatakan bahwa hingga kini belum ada laporan WNI yang terdampak. Sekitar 45 WNI berada di Nepal, mayoritas di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. KBRI Dhaka juga memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama yang melakukan kegiatan pendakian, dan mengimbau agen perjalanan untuk segera melaporkan keberadaan dan kondisi WNI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait