Indonesia - Suriname Jajaki Nominasi Bersama Warisan Budaya Jawa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Suriname sedang menjajaki kerja sama budaya yang lebih konkret, termasuk kemungkinan nominasi bersama warisan budaya takbenda yang berkaitan dengan kedua negara. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal ini saat menerima Penasihat Negara untuk Presiden Suriname, Paul Somohardjo, di Jakarta pada Senin, 31 Agustus. Hubungan kedua negara diperkuat oleh ikatan sejarah khususnya melalui budaya Jawa yang masih hidup di masyarakat keturunan Jawa di Suriname.
Fadli menekankan bahwa budaya Jawa telah tersebar di berbagai negara seperti Suriname, Belanda, dan Afrika Selatan. Kementerian Kebudayaan sedang mempertimbangkan nominasi bersama atau perluasan nominasi Warisan Budaya Takbenda untuk memperkuat pelestarian dan promosi budaya yang tumbuh dari hubungan sejarah. Paul Somohardjo menyampaikan bahwa masyarakat keturunan Jawa di Suriname masih mempertahankan unsur budaya seperti bahasa, aksara, adat istiadat, ritual, dan tradisi kejawen.
Paul menekankan pentingnya pelestarian berkelanjutan agar generasi muda tidak kehilangan koneksi dengan akar budayanya. Ia menilai kerja sama antarpemerintah perlu dilakukan agar pelestarian budaya Jawa tidak hanya terbatas pada komunitas, tetapi juga mendapat dukungan institusional. Fadli menyatakan bahwa keberadaan masyarakat keturunan Jawa di Suriname dapat menjadi penghubung budaya antara kedua negara dan membuka ruang bagi kerja sama kebudayaan yang lebih terarah.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian Kebudayaan Luncurkan Lima Jilid Sejarah Indonesia, Fadli Zon Buka Ruang Kritik
VOI · 1 September 2026 pukul 09.30
Revitalisasi Galeri Nasional, Bangunan Lama Tak Boleh Tenggelam oleh Desain Baru
VOI · 1 September 2026 pukul 06.45
Bawa Budaya Jawa ke Bulgaria, SMA Labschool Jakarta Sabet Emas World Folk 2026
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.59
Warna Lukisan Le Mayeur Mulai Pudar, Kemenbud Kirim Tim Konservasi
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 17.45