Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia tekankan kerja sama dengan negara lain bangun transportasi

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam membangun transportasi yang efektif, aman, dan terdigitalisasi pada Global Sustainable Transport Forum (GSTF) 2026 di Beijing. Forum ini bertujuan mengatasi isu transportasi berkelanjutan dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Di sela-sela pertemuan ini, Indonesia juga mendukung pembentukan platform kerja sama global yang diinisiasi China, meskipun tidak ada kesepakatan bilateral yang disepakati. Suntana menyampaikan bahwa Indonesia banyak belajar dari pengalaman negara lain, terutama dalam penerapan digitalisasi dan AI dalam sektor transportasi.

Pada GSTF 2026, diadopsi "Framework on Global Sustainable Transportation Development and Cooperation Initiative" yang bersifat terbuka, inklusif, voluntary, dan tidak mengikat. Indonesia juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memimpin delegasi dalam The 12th APEC Transportation Ministerial Meeting, di mana Suntana menyampaikan upaya dan capaian Indonesia dalam transformasi digital transportasi. Selain itu, Indonesia meminta dukungan anggota APEC untuk pencalonan sebagai anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Part III dalam pemilihan ICAO (Extraordinary) Assembly ke-43 yang akan diselenggarakan pada November 2026.

Indonesia juga menunjukkan langkah-langkah nyata dalam dekarbonisasi transportasi, seperti elektrifikasi kendaraan, pengembangan MRT, LRT, BRT, dan integrasi transportasi di Jabodetabek. Di sektor maritim, Indonesia menggunakan bahan bakar rendah karbon dan sistem tenaga surya untuk infrastruktur pelabuhan. Di sektor penerbangan, Indonesia mendorong penggunaan Sustainable Aviation Fuels (SAF) dan menerapkan teknologi efisien energi di bandara. Indonesia juga sedang menjajaki penggunaan AI untuk pemantauan emisi pesawat secara real-time dan optimalisasi kapasitas bandara.

Berita terkait