Industri Keramik Menjerit! Pasokan Gas Dibatasi 80 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasokan Gas Bumi Tertentu (HGBT) di Jawa Bagian Barat hanya mencapai 88-90 persen dari alokasi pemerintah, sementara PGN memberlakukan pembatasan hingga 80 persen dari volume kontrak minimum. Hal ini memaksa industri, termasuk enam perusahaan keramik, untuk mematikan lini produksi pada September 2026. Harga gas juga naik dari US$8 ke US$9 per MMBTU, atau sekitar 12 persen, sementara sebagian besar pasokan dikenai harga US$15,6 per MMBTU. Dampaknya, industri keramik yang berencana ekspansi sebesar 38 juta meter persegi pada 2026 dan proyeksi 72 juta meter persegi per tahun hingga 2028, terancam kepastian produksinya. Investasi sebesar Rp12 triliun dan potensi penyerapan 7.500 tenaga kerja juga berisiko tertunda. Kementerian Perindustrian dan Komisi XII DPR menyoroti kebijakan ini, sementara Kementerian ESDM telah menetapkan skema HGBT baru untuk periode 2025. Ketidakpastian harga dan pasokan ini sebelumnya sudah menyebabkan pembatalan investasi sebesar Rp300 triliun di kawasan industri.
Bagikan
Berita terkait
BLU Energi Disiapkan, PLN EPI Buka Suara
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 22.30
Yang Dibutuhkan Aceh Ekosistem Industri
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.41
Harga LNG Turun, Industri Keramik Siap Ekspansi Rp 10 Triliun
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.45
Pabrik Baterai EV Terbesar ke-2 RI Sudah Beroperasi Juli 2026
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.10