Industri Pelayaran Didorong Ambil Porsi Lebih Besar dari Ekonomi Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri pelayaran nasional ditargetkan menguasai porsi lebih besar dari nilai ekonomi ekspor komoditas strategis Indonesia. Penguatan sektor ini diharapkan menciptakan nilai tambah domestik dan mendorong pertumbuhan industri maritim pendukung. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Armada Niaga Nusantara (Arnantara), Prof. Amarulla Octavian, dalam kegiatan Danantara's Maritime Industry Dialogue yang bertemakan percepatan pengembangan koridor maritim nasional di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Amarulla, ekspor komoditas strategis tidak hanya menghasilkan nilai dari barang yang diekspor, tetapi juga dari jasa angkutan laut dan layanan pendukungnya. Arnantara, sebagai operating holding yang bekerja sama dengan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), tengah memperkuat ekosistem pelayaran nasional. Dalam program kerja 100 hari, perusahaan telah menyusun Renja dan Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RKAP) 2026 serta Rencana Jangka Menengah Perusahaan (RJPP) 2027-2032, dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk mendukung operasionalnya.
Untuk memenuhi kebutuhan angkutan komoditas strategis, Arnantara menyiapkan tiga pendekatan pemenuhan armada kapal: pengadaan kapal bekas, pembangunan kapal baru, dan penyewaan kapal. Upaya ini diproyeksikan akan merangsang aktivitas galangan kapal lokal melalui proses pembangunan dan perawatan kapal secara internal.
Bagikan
Berita terkait
Lewat Ocean LiteraSEA, PIS Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa Pesisir
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 21.15
El Nino Tak Cuma Picu Inflasi, Ekspor Komoditas Bisa Terganggu
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.40
Pelindo Kenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim dalam Satu Platform Digital
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 09.01
Pelindo Perkenalkan ADHARA, Ekosistem Maritim di Satu Platform Digital
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 20.35