El Nino Tak Cuma Picu Inflasi, Ekspor Komoditas Bisa Terganggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332112/original/006592600_1787635574-ker2.jpg)
Fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal 2027 berpotensi mengganggu produksi pangan, distribusi, dan ekspor komoditas Indonesia. Inflasi September 2026 mencatat 0,30% bulanan dan 3,28% tahunan, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau akibat penurunan produksi. Ekonom BCA David Sumual memperkirakan inflasi akhir 2026 berada di kisaran 3-3,5% YoY. Gangguan sungai seperti Kapuas dan Barito dapat menghambat pengangkutan batu bara dan CPO, berdampak pada neraca perdagangan. Namun, neraca perdagangan tetap diprediksi surplus US$ 18-20 miliar hingga akhir 2026, didukung kenaikan harga komoditas ekspor. Pemerintah perlu memperkuat distribusi bahan pokok dan menyiapkan impor sebagai buffer pasokan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.20
Oli Mesin-Laptop Beri Tekanan ke Inflasi, Kemenkeu Sebut Efek Global
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.25
Neraca Dagang RI Balik Surplus Lagi!
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 07.07
BPS Catat Harga Beras Naik Imbas El Nino di September
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 19.20
Suahasil Ungkap 3 Sinyal Ekonomi RI Mulai Bergerak di Kuartal III-2026
Berita terkait
Menko Airlangga: Sinyal Ekonomi Indonesia Makin Solid
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.20
Ekonom Prediksi Tekanan Inflasi Masih Tinggi, Beras Jadi Perhatian
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.00
Menkeu soroti sinyal positif ekonomi dari PMI hingga inflasi
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 18.20
Ada Reshuffle dan Rilis Data BPS, Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.19