Industri Sepatu RI Lagi Tancap Gas-Gegara AS Jadi Dipepet 2 Negara Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki Indonesia tumbuh 11,30% pada kuartal II-2026, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 15 kuartal terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh rebound permintaan ekspor dan penyesuaian siklus global, meski belum menunjukkan pemulihan penuh di lapangan. Sekretaris Jendergan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Yoseph Billie Dosiwoda, menyatakan bahwa sektor ini masih berada dalam fase ekspansi namun perlu dijaga agar tidak terlena.
Di sisi lain, industri alas kaki nasional masih menghadapi berbagai tekanan. Kenaikan harga bahan baku mencapai 30%-40% akibat ketidakpastian geopolitik global dan gangguan rantai pasok. Selain itu, tarif impor Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 10% menjadi tantangan baru, sekaligus dengan India dan Kamboja, negara pesaing utama dalam ekspor alas kaki Indonesia. Masalah pajak restitusi PPN yang belum selesai juga menjadi hambatan bagi pelaku industri.
Meski demikian, peluang pasar baru terbuka melalui IEU-CEPA dengan Eropa. Jika akses tarif 0% dapat diterapkan pada awal 2027, pasar alas kaki Indonesia di Eropa dapat berkembang pesat. Namun, pasar domestik juga menghadapi tekanan akibat banyaknya produk impor yang masuk.
Bagikan
Berita terkait
IEU-CEPA Berpotensi Bebaskan Tarif 90% Produk Indonesia
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 16.45
Ekonomi Kanada Naik Jadi 3,3% pada Kuartal II Meski Tertekan Tarif AS
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 06.35
IEU-CEPA Berlaku Januari 2027, Mendag Langsung Bidik Target Besar Ini
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.45
Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.30