Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Industri Sepatu RI Lagi Tancap Gas-Gegara AS Jadi Dipepet 2 Negara Ini

Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki Indonesia tumbuh 11,30% pada kuartal II-2026, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 15 kuartal terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh rebound permintaan ekspor dan penyesuaian siklus global, meski belum menunjukkan pemulihan penuh di lapangan. Sekretaris Jendergan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Yoseph Billie Dosiwoda, menyatakan bahwa sektor ini masih berada dalam fase ekspansi namun perlu dijaga agar tidak terlena.

Di sisi lain, industri alas kaki nasional masih menghadapi berbagai tekanan. Kenaikan harga bahan baku mencapai 30%-40% akibat ketidakpastian geopolitik global dan gangguan rantai pasok. Selain itu, tarif impor Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 10% menjadi tantangan baru, sekaligus dengan India dan Kamboja, negara pesaing utama dalam ekspor alas kaki Indonesia. Masalah pajak restitusi PPN yang belum selesai juga menjadi hambatan bagi pelaku industri.

Meski demikian, peluang pasar baru terbuka melalui IEU-CEPA dengan Eropa. Jika akses tarif 0% dapat diterapkan pada awal 2027, pasar alas kaki Indonesia di Eropa dapat berkembang pesat. Namun, pasar domestik juga menghadapi tekanan akibat banyaknya produk impor yang masuk.

Berita terkait