Infantino Digoyang UEFA dan AFC, Sekutu dari Afrika Ini Siap Pasang Badan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan politik dan ancaman mosi tidak percaya dari konfederasi besar seperti UEFA, AFC, dan Concacaf. Konflik dipicu rencana pembentukan Fifa Forward Enterprise (FFE) yang bermaksud menjual 21 persen hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta melalui JP Morgan dengan iming-iming dana 10 miliar dolar AS. Rencana ini akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik keras dan menyebabkan pemecatan COO FIFA, Kevin Lamour.
Meski mendapat oposisi, Infantino diklaim tetap mendapat dukungan mayoritas dari federasi anggota, terutama negara berkembang, sebagaimana ditegaskan Presiden Fecofa, Véron Mosengo-Omba. Untuk melengserkan Infantino melalui Kongres Luar Biasa, kubu oposisi membutuhkan minimal 106 suara dari total 211 federasi anggota, sebuah ambang batas yang dinilai sulit dicapai karena solidnya dukungan sekutu Infantino.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 21.00
Pemain PSIM Yogyakarta Ikuti Sosialisasi Perubahan Aturan di Sepak Bola
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 09.38
Israel Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 02.33
Messi Sedang Berduka, Suporter Nashville Malah Ejek La Pulga dan Infantino
Berita terkait
Gianni Infantino: FIFA ASEAN Cup akan Sajikan Momen tidak Terlupakan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.36
FIFA Pecat Pejabat yang Kritik Rencana Komersial Gianni Infantino
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.18
Petinggi FIFA Kevin Lamour Dipecat usai Menentang Gianni Infantino
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.48
Kursi Presiden FIFA Goyang, Donald Trump Turun Tangan Bela Gianni Infantino
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 15.36