Informasi Bencana NTT Belum Maksimal, KPI Dorong TV dan Radio Ambil Peran Terdepan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan kerusakan dan kehilanganan hidup. Sayangnya, informasi mengenai situasi di wilayah terdampak masih sangat minim, menghambat upaya penanganan dan bantuan. Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, menyatakan bahwa informasi yang akurat dan terpercaya sangat penting agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Ia juga menekankan bahwa data dari lapangan diperlukan agar pemerintah daerah dan pusat dapat membuat kebijakan yang tepat dalam penanganan dan pemulihan bencana. Untuk itu, KPI mengimbau seluruh lembaga penyiaran, khususnya TV dan radio, agar mengambil peran aktif dalam menyampaikan informasi dari wilayah terdampak. Dengan demikian, masyarakat luar dapat tetap terinformasi, dan pemerintah dapat memperoleh data yang dibutuhkan untuk mengambil langkah-langkah strategis. Gempa yang terjadi di perairan Laut Flores dengan magnitudo 7,5 ini menimbulkan dampak luas, sehingga peran media menjadi krusial dalam menjembatani informasi antara pihak terdampak dan pihak penanggung jawab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 22.16
Bahlil soal Pasokan BBM dan Listrik ke NTT Pascagempa: Mulai Ada Perbaikan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.58
Pengamat Apresiasi Komitmen Kapolri Tangani Gempa NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.48
Tim SAR Evakuasi 7 Korban Luka Berat Gempa dari Manggarai Timur ke Labuan Bajo
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.40
Purbaya dan Menteri Lainnya Siap Melawat ke NTT Setelah Gempa
Berita terkait
Istana: Prabowo sedang Rencanakan Kunjungan ke NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.39
Tinjau Bencana Gempa NTT, Kapolri Sebut Keselamatan Warga Prioritas Utama
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.25
Mendagri Tito Beri Santunan Keluarga Korban Gempa NTT di Ende
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.44
Respons Kapolri Listyo di NTT Bukan Sekadar Pencitraan, tapi Kerja Kemanusiaan
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 19.40