Ingatkan Akademisi soal Publikasi Ilmiah, Waka MPR: Jangan Kejar Tayang dan Asal Masuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mengingatkan para akademisi agar tidak terjebak dalam budaya "kejar tayang" dalam penulisan publikasi ilmiah. Hal ini disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar BRIN dan Komisi X DPR di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7). Acara ini diikuti oleh 109 ilmuwan dan dosen dari berbagai universitas di Jawa Tengah. Ia menyatakan bahwa publikasi ilmiah saat ini sudah menjadi komoditas, dan memasukkan hasil penelitian ke jurnal internasional merupakan keharusan administratif. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan jurnal yang dipilih bukan sekadar untuk mengejar tenggat atau asal masuk, demi menjaga integritas riset dan martabat ilmuwan Indonesia. Selain itu, Lestari Moerdijat mengungkapkan keprihatinannya terhadap ketimpangan ekosistem publikasi global antara negara maju dan berkembang, termasuk terbatasnya akses ke jurnal bereputasi, biaya, dan kurangnya suara Indonesia dalam wacana global. Ia juga menyoroti potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan generatif dalam penulisan karya ilmiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.18
Waka MPR Minta Akademisi Tidak Terjebak 'Kejar Tayang' Publikasi Ilmiah
Berita terkait
Di PBB, Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Tengah Pesatnya AI
JawaPos · 27 September 2026 pukul 12.30
7 Hari 'Berkelana' Melihat Langsung China Membangun Masa Depan
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.06
OpenAI Ungkap 53 Gambar Pengguna Sempat Diunggah ke Situs Hosting Publik
JawaPos · 26 September 2026 pukul 19.30
Trump dan Xi Jinping Ketemu Bahas Masa Depan AI, Apa Hasilnya?
Detik.com · 26 September 2026 pukul 19.15