Waka MPR Minta Akademisi Tidak Terjebak 'Kejar Tayang' Publikasi Ilmiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, meminta para akademisi Indonesia tidak terjebak budaya 'kejar tayang' dalam publikasi ilmiah. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar BRIN dan Komisi X DPR RI di Kudus, Jawa Tengah, pada 31 Juli 2026. Ia menekankan publikasi yang hanya untuk memenuhi persyaratan administratif dapat merusak integritas riset dan martabat ilmuwan.
Lestari menyoroti ketimpangan ekosistem publikasi global, termasuk akses terbatas ke jurnal bereputasi, biaya tinggi, dan kurangnya representasi Indonesia di wacana internasional. Ia juga memperingatkan potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan generatif dalam penulisan karya ilmiah. Menurutnya, pertumbuhan jumlah publikasi tidak selalu berkorelasi dengan peningkatan mutu ilmu pengetahuan.
Dalam acara yang diikuti 109 ilmuwan dan dosen dari universitas di Jawa Tengah, Lestari mengajak peserta membangun kebiasaan baru publikasi yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya etika sejak awal dan pendampingan untuk memperluas kapasitas, bukan mengejar tenggat kenaikan jabatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 20.24
Ingatkan Akademisi soal Publikasi Ilmiah, Waka MPR: Jangan Kejar Tayang dan Asal Masuk
Berita terkait
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21
Meta Uji Fitur Scam Alert Berbasis AI di WhatsApp untuk Cegah Penipuan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.36
AI Ciptakan Virus Penghancur Bakteri yang Resisten Terhadap Obat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.46
Rano Karno Bicara Soal Penggunaan AI dalam Serial Rimba Raya
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 02.02