Inggris, Prancis tolak patroli Selat Hormuz sebelum gencatan tercapai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inggris dan Prancis menolak mendukung patroli Amerika Serikat di Selat Hormuz sampai gencatan senjata berkelanjutan dengan Iran tercapai. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membahas inisiatif ini dengan Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting pada 24 Juli dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin pada 27 Juli. Konferensi internasional di London direncanakan untuk menetapkan peran negara dan penugasan kapal perang mencari ranjau atau melindungi pelayaran sipil.
Diskusi sejauh ini mengalami kemajuan minim tanpa terobosan signifikan. Pencabutan gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump pada 8 Juli memicu eskalasi serangan AS terhadap Iran, yang mengakibatkan blokade de facto Selat Hormuz. Selat ini vital untuk ekspor minyak dan gas alam cair global, dan gangguannya telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar serta produk industri di berbagai negara dunia.
Bagikan
Berita terkait
Trump Tolak Usulan Gencatan Senjata 7 Hari dari Iran, Ada Skenario Perang Besar
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 04.40
Ancaman Bom Donald Trump, Mengapa Oman Kini Terancam?
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.32
Kapal Dagang Iran Diserang di Selat Hormuz, 1 Orang Tewas
Detik.com · 13 September 2026 pukul 18.52
Blokade Selat Hormuz: Mengapa Strategi Iran Mulai Rugikan Teheran?
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.42