Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" dan "republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir" dalam wawancara podcast dengan Army Radio Israel. Komentar tersebut memicu protes keras dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris yang menilai pernyataan itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan telah disampaikan keberatan ke pemerintah Israel. Netanyahu mengeluarkan komentar tersebut sambil memuji pemberitaan pro-Israel oleh Randolph Churchill di masa lalu, lalu membandingkannya dengan kondisi Inggris saat ini. Pembawa acara justru mempertanyakan apakah Netanyahu tidak adil menuding Inggris secara khusus, mengingat seluruh Eropa memiliki dinamika serupa, namun Netanyahu menegaskan kembali pandangannya. Komentar ini menggemakan narasi Islamofobik sayap kanan ekstrem yang menyalahi fakta demografi Muslim Inggris yang relatif kecil.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait