Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" dan "republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir" dalam wawancara podcast dengan Army Radio Israel. Komentar tersebut memicu protes keras dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris yang menilai pernyataan itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan telah disampaikan keberatan ke pemerintah Israel. Netanyahu mengeluarkan komentar tersebut sambil memuji pemberitaan pro-Israel oleh Randolph Churchill di masa lalu, lalu membandingkannya dengan kondisi Inggris saat ini. Pembawa acara justru mempertanyakan apakah Netanyahu tidak adil menuding Inggris secara khusus, mengingat seluruh Eropa memiliki dinamika serupa, namun Netanyahu menegaskan kembali pandangannya. Komentar ini menggemakan narasi Islamofobik sayap kanan ekstrem yang menyalahi fakta demografi Muslim Inggris yang relatif kecil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.41
Inggris Kritik Netanyahu Soal Komentar 'Republik Islam Inggris'
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 03.48
Syarat Mutlak Netanyahu: Israel Tak Akan Tarik Pasukan Gaza Sebelum Hamas Dilucuti
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.52
Iklan Kampanye Netanyahu Pajang Zohran Mamdani dengan Pemimpin Iran dan Hizbullah
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 08.50
Delapan negara kecam penolakan Israel terhadap peta jalan perdamaian Gaza
Berita terkait
Bocor! Netanyahu Diam-Diam Temui Pemimpin Muslim Arab, Bahas Hal Ini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.40
Terkuak! Netanyahu Bujuk Presiden UEA Sangkal Beri Peringatan Serangan Hamas
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.43
Kala Delegasi Sejumlah Negara Walkout saat Netanyahu Pidato di PBB
kumparan · 26 September 2026 pukul 06.00
Sidang PBB Riuh, Para Diplomat Indonesia Bergegas Keluar saat Netanyahu Mau Berpidato
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 10.09