Ingin Hapus Stigma sebagai Surga bagi Mata-mata, Jepang Bentuk Badan Intelijen Terpusat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jepang meluncurkan Biro Intelijen Nasional, badan intelijen terpusat pertama sejak Perang Dunia II. Badan ini menggantikan Kantor Intelijen dan Penelitian Kabinet (CIRO) yang hanya memiliki sekitar 700 karyawan dan sedikit wewenang. Perubahan ini dilakukan karena sistem lama yang tersebar di berbagai kementerian sering gagal berbagi informasi secara strategis sehingga Jepang disebut "surga bagi mata-mata."
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut langkah ini sebagai tahap awal reformasi intelijen. Ia menekankan pentingnya menghadapi metode peperangan baru di tengah situasi global yang semakin tidak stabil. Pemerintahannya telah berkoordinasi dengan mitra Barat seperti AS, Australia, dan Jerman untuk memperkuat kemampuan intelijen Jepang.
Biro baru ini akan mengumpulkan dan menganalisis intelijen dari berbagai badan pemerintah, mencakup kontra-terorisme, respons darurat nasional, dan penanganan aktivitas mata-mata asing. Kementerian lain kini diwajibkan berbagi informasi dengan biro tersebut, yang diawasi oleh Dewan Intelijen Nasional yang dipimpin Takaichi.
Bagikan
Berita terkait
Negara Pemilik Mata Uang Termahal di Dunia Cabut Kewarganegaraan 415 Orang, Termasuk Miliarder
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 10.08
Imigrasi Pastikan Bakal Tolak Visa Israel Houghton ke Indonesia
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 08.52
Menko Polkam Bicara Gugatan MK: Saya Sudah Dapat Arahan dari Presiden...
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 08.00
Ditjen Imigrasi Tolak Permohonan Visa Israel Houghton
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 04.39