Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ingin Hapus Stigma sebagai Surga bagi Mata-mata, Jepang Bentuk Badan Intelijen Terpusat

Jepang meluncurkan Biro Intelijen Nasional, badan intelijen terpusat pertama sejak Perang Dunia II. Badan ini menggantikan Kantor Intelijen dan Penelitian Kabinet (CIRO) yang hanya memiliki sekitar 700 karyawan dan sedikit wewenang. Perubahan ini dilakukan karena sistem lama yang tersebar di berbagai kementerian sering gagal berbagi informasi secara strategis sehingga Jepang disebut "surga bagi mata-mata."

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut langkah ini sebagai tahap awal reformasi intelijen. Ia menekankan pentingnya menghadapi metode peperangan baru di tengah situasi global yang semakin tidak stabil. Pemerintahannya telah berkoordinasi dengan mitra Barat seperti AS, Australia, dan Jerman untuk memperkuat kemampuan intelijen Jepang.

Biro baru ini akan mengumpulkan dan menganalisis intelijen dari berbagai badan pemerintah, mencakup kontra-terorisme, respons darurat nasional, dan penanganan aktivitas mata-mata asing. Kementerian lain kini diwajibkan berbagi informasi dengan biro tersebut, yang diawasi oleh Dewan Intelijen Nasional yang dipimpin Takaichi.

Berita terkait