Ini Arahan Pakar ke Prabowo untuk Tangani Karhutla di Lahan Gambut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi dengan lima pakar untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut. Pakar membawa lima usulan utama: (1) melindungi dan membudidayakan hutan gambut serta memahami peran Indonesia sebagai chokepoint ekosistem global dalam menghitung siklus karbon; (2) deteksi dini kebakaran menggunakan teknologi seperti kamera termal dan infrared, dengan pemberian alat deteksi kepada korporasi; (3) pembangunan infrastruktur air seperti sumur bor dan embung kecil oleh masyarakat untuk pemadaman cepat; (4) pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di bawah langsung tanggung jawab presiden; (5) penerapan praktik baik seperti biopori di setiap desa untuk mitigasi bencana. Yulianto S. Nugroho menyatakan water bombing tidak efektif untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut, yang membutuhkan 200 ribu-1 juta liter air per hektar. Sigit Sutikno merekomendasikan Pemuda Peduli Api (MPA) untuk pemadaman darurat dengan infrastruktur air cepat. Indratmo Soekarno menekankan peran BPN dalam restorasi lahan gambut dan mangrove.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 18.36
Prabowo di Diskusi Karhutla: Jangan Salah, Saya Paling Hormat Sama Pakar
kumparan · 25 September 2026 pukul 18.14
Prabowo: Perusahaan Tak Patuh Aturan Karhutla Kita Tertibkan
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 17.05
Prabowo Ajak Akademisi Cari Solusi Pengelolaan Lahan Gambut
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.49
Prabowo Rapat Karhutla di Istana, Menhut: Kalsel-Kalteng Konsentrasi Utama
Berita terkait
Pakar dan Akademisi Diundang Prabowo, Rapat Lahan Gambut
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.44
Prabowo Panggil Bagus Muljadi dan Jajaran Akademisi ke Istana
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.34
Prabowo Undang Akademisi ke Istana, Diskusi Penanganan Karhutla dan Lahan Gambut
kumparan · 24 September 2026 pukul 13.38
Prabowo Nilai Penanganan Karhutla Makin Cepat, Keterlambatan Jadi Evaluasi
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 14.55