Ini Penyebab Utama Investor Belum Berminat Berinvestasi di PLTS Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi mengidentifikasi dua hambatan utama yang menyebabkan investor enggan berinvestasi di sektor PLTS Indonesia. Pertama, skema BOOT yang mengharuskan transfer kepemilikan aset setelah masa konsesi berakhir dianggap kurang menarik bagi investor. Kedua, harga jual listrik dari pengembang swasta ke PLN yang ditetapkan pemerintah belum mencapai nilai keekonomian, berkisar antara US$0,12 hingga US$0,15 per kWh.
Pembangunan infrastruktur energi terbarukan merupakan proyek yang sangat padat modal dan teknologi. Untuk mencapai target 100 GWp, diperkirakan diperlukan investasi sebesar Rp 1.140 triliun. Fahmy menegaskan bahwa penarikan minat investor menjadi sumber pendanaan paling realistis, karena kebutuhan pendanaan yang begitu besar hampir tidak mungkin dibiayai sepenuhnya dari APBN selama tiga tahun berturut-turut.
Menghadapi tantangan ini, diperlukan kebijakan yang mendukung agar sektor PLTS dapat menarik minat investor asing dan domestik. Solusi yang dapat dipertimbangkan meliputi peninjauan kembali skema BOOT dan penetapan harga jual listrik yang lebih kompetitif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 08.09
Prabowo Perintahkan Ogah Impor Barang Satu Tabung LPG Pun, 'Menteri ESDM Siap?'
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 23.32
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor Minyak dan LPG dalam 3 Tahun
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.13
Prabowo Puji Kinerja Danantara: Pimpinannya Pantas Dapat Bintang Kehormatan
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.10
Prabowo: Kita Tak Boleh Lagi Impor Satu Tabung LPG Pun
Berita terkait
Presiden Prabowo Target PLTS 100 GWp Selesai Tiga Tahun, Investasi Rp1.140 T
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.01
PLTS 100 GW Diprediksi Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 20.32
Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.26
Guyon Prabowo ke Menteri: Tak Sanggup Minggir, Banyak yang Mau Ganti
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.20