Insentif KLM Tembus Rp447 Triliun, BI Evaluasi Batas Likuiditas 19%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) akan mengevaluasi secara berkala ambang batas 19% dalam desain baru Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk memastikan redistribusi likuiditas antarbank berjalan efektif. Evaluasi ini bertujuan memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pendalaman pasar uang domestik. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menyatakan bahwa penyesuaian desain KLM dilakukan karena distribusi likuiditas antarbank belum merata, dengan pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan dana pihak ketiga (DPK) sehingga sebagian bank mengalami keterbatasan likuiditas sementara kelompok bank lain memiliki cadangan surat berharga yang tinggi.
Mulai 1 September 2026, skema KLM interest channel sebesar 1% akan digantikan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) sebesar 2%. Insentif tambahan ini diberikan kepada bank yang mampu menjaga rasio kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) non-repo rupiah di bawah threshold 19% dari total pendanaan. Sementara itu, porsi insentif KLM financing channel disesuaikan menjadi maksimal 4%, sehingga total potensi insentif berupa pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) mencapai 6% dari DPK.
Perubahan kebijakan ini diharapkan mendorong bank dengan buffer likuiditas besar untuk menyalurkan dana kepada bank yang membutuhkan melalui transaksi repo maupun instrumen pasar uang lainnya. Dengan demikian, redistribusi likuiditas di pasar keuangan Indonesia diharapkan menjadi lebih merata dan efisien.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.35
BI Genjot Penyaluran Kredit Lewat Insentif KLM, Sektor Ini Jadi Sasaran
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 18.21
Destry Jadikan Pendalaman Pasar Uang dan Valas sebagai Target jika Jadi Gubernur BI
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.30
Calon Gubernur BI Destry Damayanti Ingin Lanjutkan Kebijakan Perkuat Pasar Valas
Berita terkait
Kredit Perbankan Juli 2026 Tumbuh 13,58 Persen, BI Sebut Dampak Insentif KLM
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.02
BI catat kredit perbankan tumbuh 13,58 persen pada Juli 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 15.57
Destry Damayanti Tak Masalah SAL Ditarik ke Himbara Sepanjang Tujuannya Jelas
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.12
Calon Gubernur BI Ungkap Kontribusi Bank Indonesia terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.00