Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Insiden Drone di Leipzig Bongkar Celah Pertahanan Jerman

Sebuah drone bermuatan peledak berhasil menembus ke kawasan Bandara Leipzig, Jerman, tanpa terdeteksi dan ditemukan setelah bersembunyi selama berjam-jam. Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyebutnya "skenario serangan hibrida" dan menduga "kekuatan asing" berada di balik insiden ini, dengan kecurigaan mengarah ke Rusia. Jaksa Federal Jerman kini mengambil alih penyelidikan.

Insiden ini memperlihatkan kelemahan serius pertahanan drone Jerman. BKA mencatat lebih dari 1.000 penerbangan drone mencurigakan pada 2025. Para pakar menyoroti minimnya jaringan sensor, kewenangan yang terpecah antara 16 kepolisian negara bagian, dan kesiapan teknologi yang belum memadai. Asosiasi UAV DACH mendesak penerapan sistem ADS-L agar semua drone dapat terdeteksi secara elektronik.

Sejumlah langkah perbaikan sedang dilakukan, antara lain pembentukan Pusat Pertahanan Drone Bersama (GDAZ) di Berlin dan penambahan personel unit khusus antisipasi drone dari 130 menjadi 300 orang. Kedelapan bandara prioritas—Frankfurt, München, Berlin, Düsseldorf, Hamburg, Köln/Bonn, Stuttgart, dan Leipzig/Halle—dijadwalkan memiliki perangkat pertahanan drone bergerak hingga akhir tahun.

Berita terkait