Integrasi Data Jadi Tantangan Kolaborasi Fintech dan Bank Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kolaborasi antara platform fintech lending dan perbankan daerah, seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), berpotensi memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Menurut Shintya Maulida, Direktur Pengembangan Bisnis PT Plus Ultra Abadi (UATAS), fintech menawarkan keunggulan dalam teknologi dan pengolahan data, sementara bank daerah memiliki jaringan dan pemahaman lokal yang lebih dalam. Namun, perbedaan sistem, pengelolaan data, dan standar manajemen risiko menjadi tantangan utama dalam implementasi kerja sama ini.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Shintya menyarankan pendekatan bertahap melalui proyek percontaan dengan cakupan terbatas. Langkah ini bertujuan memastikan sinergi antara kedua belah pihak tidak hanya meningkatkan volume pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio dan pengelolaan risiko. Proyek percontian perlu dievaluasi berdasarkan kinerja penyaluran, kualitas portofolio, proses operasional, dan pengalaman nasabah sebelum diperluas secara lebih luas.
Diskusi mengenai kolaborasi ini disampaikan dalam Fintech Lending Days 2026 di Bali, yang menjadi ajang diskusi penting mengenai penguatan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Peran Pindar Makin Besar, Pembiayaan ke UMKM Tumbuh 23,25 Persen
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.11
89,2 Persen Pembiayaan Fintech Mengalir ke Sektor Produktif
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.08
Pegadaian & Kadin Indonesia Jalin MoU Perluas Ekosistem Emas dan Akses Pembiayaan Dunia Usaha
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.10
ATI Dorong Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 01.13