ATI Dorong Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada 12 Agustus dengan tema “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan.” FGD ini membahas upaya mengurangi ketergantungan pembangunan tol terhadap APBN dan memperbesar peran swasta melalui dukungan ekosistem investasi yang sehat. Diskusi mencakup isu strategis seperti investasi yang bankable dan berkelanjutan, kepastian pengusahaan, konsistensi Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), mekanisme penyesuaian tarif, serta prinsip fair risk sharing untuk menjaga kepercayaan investor.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemer Selain itu, diskusi juga mencakup integrasi jalan tol, pemanfaatan ruang milik jalan, TIP, dan penerapan MLFF dengan mempertimbangkan kondisi jaringan dan keberlanjutan investasi. Bambang Permadi Brodjonegoro, CEO ADB Institute, menambahkan bahwa pembangunan tol memiliki manfaat ekonomi yang lebih luas dari sekadar infrastruktur transportasi, menunjukkan perlunya pendekatan kolaboratif dan kebijakan konsisten.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.45
Menteri PU Keluarkan Warning, Tak Mau Tarif Tol Naik Efek Aspal Buton
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.07
RI Sudah Punya Jaringan Tol 3.100 Km, Total Investasi Tembus Rp 779 T
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
Prabowo: BUMN Bukan Sumber Dana Penguasa
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 21.45
Kepastian Regulasi jadi Kunci Genjot Investasi Swasta di Jalan Tol
Berita terkait
ATI Dorong Model Baru Pembiayaan Tol: Kurangi Beban APBN, Perbesar Peran Swasta
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 06.15
Pembiayaan Jalan Tol, ATI: Kurangi Beban APBN, Perbesar Peran Swasta
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 05.43
IIF Biayai 6 Proyek Infrastruktur di Semester I-2026, Nilainya Rp 2,5 T
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 18.48
IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I 2026
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 18.58