Iran Eksekusi Mati 2 Pria karena Jadi Mata-mata Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Iran pada hari Senin (3/8) mengeksekusi mati dua pria yang dihukum karena menjadi mata-mata untuk Israel. Keduanya, Omid Behzad dan Pouria Safvat, digantung pagi itu karena mengirimkan koordinat situs militer dan keamanan sensitif kepada agen Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel. Media Mizan yang mewakili kehakiman Iran menyebut hukuman tersebut atas tuduhan 'spionase dan kolaborasi dengan rezim Zionis,' tanpa merinci waktu penangkapan atau pengadilan.
Eksekusi ini merupakan bagian dari gelombang hukuman gantung yang meningkat sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat dimulai pada 28 Februari, setelah serangan besar-besaran menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Menurut kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International, Iran kini menjadi negara dengan jumlah eksekusi terbanyak kedua di dunia setelah China. Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty (ECPM) mencatat setidaknya 1.639 orang dieksekusi tahun lalu, rekor tertinggi sejak 1989.
Sebelumnya, Amnesty mengecam apa yang disebutnya 'eskalasi' eksekusi setelah Iran mengumumkan hukuman gantung terhadap dua pria yang dinyatakan bersalah ikut serta dalam protes anti-pemerintah. Kelompok hak asasi manusia terus menyoroti lonjakan eksekusi mati di Iran sejak perang dimulai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 18.35
Siapa Omid Behzad dan Pouria Safvat? Agen Intelijen yang Kirimkan Koordinat Lokasi Militer Iran ke Mossad
Berita terkait
Netanyahu Telan Mentah-mentah Hoaks untuk Bikin Klaim Senjata Nuklir Iran
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 07.59
Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener?
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Trump Ganti Pesawat karena Ancaman Iran, Pejabat Turki Sebut Rekayasa Israel
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.35
Iran Sebut Prancis Cs Munafik: Setop Beri Ceramah soal HAM!
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.06