Iran Eskekusi Mati Pria yang Dianggap Mata-mata Israel dan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengeksekusi Majid Adineh atas dakwaan membawa alat tembakak dan bertindak sebagai agen Israel serta Amerika Serikat dalam protes antipemerintah Januari 2026. Adineh didapai bersalah melakukan tindakan operasional menguntungkan kelompok bermusuhan, termasuk pembakaran sengaja dan kerja sama untuk menghancurkan keamanan nasional. Hukuman mati diberikan Pengadilan Revolusioner Karaj setelah banding gagal. Adineh dan tersangka lainnya ditangkap pada 9 Januari dengan pistel revolver, amunisi, taser, gas air mata, gergaji mesin, serta bensin. Protes yang dipicu keluhan biaya hidup di Desember 2025 berkembang menjadi demonstrasi luas hingga puncak pada 8-9 Januari, dengan Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian dan menyalahkan AS serta Israel atas kekerasan terkait perang Timur Tengah yang dimulai 28 Februari 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 10.28
Iran Bilang Aliansi Makkah Isyarat AS untuk Tinggalkan Sekutu Teluk
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 08.02
Abaikan Kemarahan AS, Israel Kembali Serang Suriah
Berita terkait
Menlu Iran Tuding Israel Sabotase Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 16.32
Iran Klaim AS dan Israel Tak Punya Jawaban atas Kegagalan Berulang
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.35
Israel Siap Ganggu Negosiasi AS-Iran, Netanyahu Janjikan Ini
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 06.29
Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Perang Meluas
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.46