Istana Ungkap Misi Prabowo ke Rusia: Buka Peluang Ekonomi untuk Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rusia pada 2-3 September 2026 untuk berpartisipasi dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyampaikan pidatoTamu kehormatannya. Istana Kepresidenan menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan prinsip bebas aktif, sejalan dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menekankan bahwa Indonesia harus aktif dalam menjalin hubungan internasional demi kepentingan nasional, bukan sekadar menjadi penonton. Setiap pertemuan dan forum internasional diarahkan untuk membuka peluang kerja sama yang berdampak pada perekonomian nasional. Prabowo menekankan bahwa tujuan kunjungan luar negerinya adalah mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia. Rusia dianggap memiliki posisi strategis dalam geopolitik global dan potensi besar dari sumber daya alam, sehingga hubungan Indonesia-Rusia memiliki ruang untuk dikembangkan lebih jauh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.42
AHY Janji Kawal Kebijakan Prabowo: Rakyat Membutuhkan Kepastian, Dunia Usaha Membutuhkan Kepastian
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 07.19
Rusia: Jerman Ingin Perang Lagi!
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 06.19
Patung Perang Kontroversial Buat Hubungan Jepang-Rusia Kian Memanas
Berita terkait
Rusia Sebut Presiden Prabowo Bakal jadi Tamu Utama di Forum Ekonomi EEF
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 07.15
Prabowo Bakal Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi EEF di Rusia
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 05.12
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah
kumparan · 4 September 2026 pukul 21.48
Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Presiden Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tapi Jalan Raya Ekonomi Indonesia–Rusia
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 17.44