Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Patung Perang Kontroversial Buat Hubungan Jepang-Rusia Kian Memanas

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak pemerintah Rusia untuk segera membongkar monumen perang kontroversial yang baru diresmikan di Khabarovsk, wilayah Far East Rusia. Monumen berbahan perunggu ini menggambarkan seorang prajurit Uni Soviet tengah menghancurkan patok batu yang dihiasi Bunga Krisan, simbol kebanggaan dan kekaisaran Jepang. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menegaskan bahwa monumen tersebut tidak dapat diterima dan telah menyampaikan protes keras melalui jalur diplomatik kepada Moskow. Motegi menyatakan bahwa monumen ini tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi hubungan bilateral dan telah melukai perasaan nasional masyarakat Jepang. Hingga kini, pemerintah Rusia belum memberikan respons resmi atas permintaan pembongkaran tersebut.

Kontroversi ini muncul ketika hubungan Jepang dan Rusia sedang mengalami ketegangan. Pada bulan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke wilayah kepulauan yang disengketakan di lepas pantai Hokkaido, yang memicu protes diplomatik tinggi dari Jepang. Kemarahan Tokyo kembali tersulut setelah penyelenggaraan monumen di Khabarovsk. Bagi Jepang, simbol dalam monumen bukan sekadar persoalan sejarah, tetapi juga menyentuh sensitivitas nasional dan hubungan diplomatik kedua negara. Jepang menyatakan akan terus mendesak Rusia melalui jalur diplomatik agar monumen tersebut dibongkar.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait