Patung Perang Kontroversial Buat Hubungan Jepang-Rusia Kian Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak pemerintah Rusia untuk segera membongkar monumen perang kontroversial yang baru diresmikan di Khabarovsk, wilayah Far East Rusia. Monumen berbahan perunggu ini menggambarkan seorang prajurit Uni Soviet tengah menghancurkan patok batu yang dihiasi Bunga Krisan, simbol kebanggaan dan kekaisaran Jepang. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menegaskan bahwa monumen tersebut tidak dapat diterima dan telah menyampaikan protes keras melalui jalur diplomatik kepada Moskow. Motegi menyatakan bahwa monumen ini tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi hubungan bilateral dan telah melukai perasaan nasional masyarakat Jepang. Hingga kini, pemerintah Rusia belum memberikan respons resmi atas permintaan pembongkaran tersebut.
Kontroversi ini muncul ketika hubungan Jepang dan Rusia sedang mengalami ketegangan. Pada bulan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke wilayah kepulauan yang disengketakan di lepas pantai Hokkaido, yang memicu protes diplomatik tinggi dari Jepang. Kemarahan Tokyo kembali tersulut setelah penyelenggaraan monumen di Khabarovsk. Bagi Jepang, simbol dalam monumen bukan sekadar persoalan sejarah, tetapi juga menyentuh sensitivitas nasional dan hubungan diplomatik kedua negara. Jepang menyatakan akan terus mendesak Rusia melalui jalur diplomatik agar monumen tersebut dibongkar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 07.19
Rusia: Jerman Ingin Perang Lagi!
VOI · 6 September 2026 pukul 09.00
PM Jepang Minta Rusia Singkirkan Patung Tentara Soviet yang Hancurkan Bunga Krisan, Simbol Jepang
Berita terkait
Iran Apresiasi Sikap Rusia, Ini Alasannya
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.45
Dunia Siaga! Perang Baru Bisa Muncul, Rusia VS Inggris
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.40
Tiba-Tiba Jepang Panas ke Rusia, Ada Apa dengan Putin?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.30
Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Murka!
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.27