Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jaga Ketahanan Energi, RI Punya Segudang PR Besar

Geopolitik global mengubah peta perdagangan, mengganggu akses energi dan mineral kritis, serta memperparah fragmentasi rantai pasok. Permintaan listrik Indonesia diproyeksi naik enam kali lipat dari 300 terawatt menjadi 1.800 terawatt pada 2060, memerlukan investasi besar, termasuk 47.700 km infrastruktur transmisi baru dan kapasitas penyimpanan energi 10 gigawatt dengan nilai sekitar US$ 169 miliar. Saat ini 81% energi masih bergantung pada bahan bakar fosil, menantang keseimbangan pertumbuhan, keterjangkauan, keandalan, dan dekarbonisasi. Tantangan utama meliputi ketahanan pasok, kesiapan investasi, dan pembangunan infrastruktur. Produksi minyak mentah hanya 600 ribu barel per hari, tetapi kebutuhan total mencapai 1,6 juta barel per hari. Impor BBM sangat bergantung, dengan 70% pasokan dari Singapura dan Malaysia, yang terdampak konflik Timur Tengah. Untuk mengatasi, diperlukan tata kelola dan regulasi yang konsisten, serta kolaborasi antar sektor dalam menjaga distribusi energi, terutama untuk daerah di luar Jawa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait