Iran Sindir Keras AS: Koar-koar Ancam Eskalasi tapi Tuntut Negosiasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel dari Detik.com membahas sindiran Iran terhadap Amerika Serikat terkait perilaku dalam konflik. Iran menyoroti bahwa AS berulang kali mengancam eskalasi melalui media, tetapi di saluran resmi justru menuntut negosiasi. Hal ini disampaikan oleh Hassan Ghashghavi Parlemen, anggota parlemen senior Iran dan juru bicara Komisi Keamanan Nasional, yang menegaskan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz akan tetap dikelola oleh Teheran meskipun situasi memanas. Ia menyatakan bahwa AS tidak dapat menipu Iran, baik dengan eskalasi maupun negosiasi, karena Iran telah menyiapkan pengaturan penuh untuk jalur strategis tersebut.
Selain itu, Majidreza Hariri, Presiden Kamar Dagang dan Industri Iran-China, mengatakan AS tidak memiliki keberanian untuk menargetkan infrastruktur energi Iran. Hal ini didukung oleh fakta bahwa jaringan listrik Iran merupakan salah satu yang paling terdesentralisasi di dunia, dengan hingga 150 pembangkit listrik di seluruh negeri, sehingga sulit untuk dipadamkan melalui serangan udara. Data ini memperkuat klaim ketahanan infrastruktur Iran dalam menghadapi potensi ancaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 12.42
Situasi Memanas, Iran Ancam Targetkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 11.12
Analis: Iran Temukan Senjata yang Lebih Ampuh daripada Bom Nuklir dan Itu Berhasil
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.25
Harga Minyak Dunia Bangkit Tipis, Perang AS-Iran Masih Bayangi Pasar
Berita terkait
Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama Sepekan, Tunggu Persetujuan AS
kumparan · 27 September 2026 pukul 04.00
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Iran dan AS Saling Lempar Ancaman
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.47
Iran Bikin Tuntutan untuk AS, Isinya soal Cabut Sanksi hingga Selat Hormuz
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.52