Jalan Panjang Desentralisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perekonomian Indonesia pada semester I-2026 tumbuh 5,45% dibandingkan semester I-2025, dengan PDB Rp6,552,1 triliun pada triwulan II-2026. Namun, ketimpangan masih tinggi. Gini Ratio pada Maret 2026 mencapai 0,368, dengan 40% penduduk berpendapatan terendah hanya menikmati 19,22% pengeluaran total. Ketimpangan lebih kuat di perkotaan (Gini 0,387) dibanding perdesaan (0,296). Pulau Jawa menyumbang 56,47% perekonomian nasional pada triwulan II-2026. Tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 8,25% (23,36 juta orang), namun kemiskinan perdesaan 10,72% lebih tinggi daripada perkotaan (6,60%). Antarprovinsi, Jawa Barat memiliki kemiskinan 6,78% sementara NTT mencapai 17,50%. Ketimpangan tidak hanya dari kekayaan vs kemiskinan, tetapi juga ruang lahir, tumbuh, dan bekerja.
Bagikan
Berita terkait
Menafsir Deviden Kemerdekaan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 13.25
Jurang Ketimpangan Makin Lebar, Pemerintah Buka Suara
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.55
Data Terbaru! Ketimpangan Ekonomi Warga Kota dan Desa Naik
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.05
Arti dan Rincian Desil 1-10, Jadi Acuan Penerima Bansos
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.00