Jateng Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi, Total Capai Rp 4,96 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan realisasi kredit perumahan tertinggi di Indonesia. Per 29 Juli 2026, total realisasi kredit program perumahan di Jateng mencapai Rp4,96 triliun dengan 28.275 debitur, melibatkan bank himbara, bank pembangunan daerah, dan bank swasta. Peringkat lima besar provinsi terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali.
Pencapaian ini diumumkan dalam acara Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Kabupaten Batang, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri dan tiga gubernur. Bank BTN menjadi penyalur tertinggi untuk KPR Subsidi, BRI untuk KUR Perumahan, dan Bank Jateng mencatat realisasi terbesar di antara bank pembangunan daerah. Untuk program FLPP tahun 2026, Bank Jateng telah menyalurkan kredit kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar, dengan bunga 5% per tahun, subsidi Rp4 juta, cicilan 15-20 tahun, untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta per bulan. Program ini mendukung target pemerintah pusat dalam penyediaan 3 juta rumah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.47
Bos BRI Dampingi Prabowo Kawal Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.33
BTN Sudah Salurkan 55.766 KPR Rumah Subsidi hingga Akhir Juli 2026
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 03.08
BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 17.35
Dimulai SBY, KPR Subsidi Cetak Rekor di Era Prabowo
Berita terkait
Kelakar Prabowo Ngobrol dengan Wartawan Penerima KPR Subsidi: Jangan Hoax Ya
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 15.44
9.551 Napi Jateng Dapat Remisi Kemerdekaan, 254 Orang Langsung Bebas
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.34
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 18 Agustus 2026 : Potensi Hujan Ringan di 9 Daerah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.10
HUT ke-81 RI, Pemprov Jateng Beri Remisi 9.551 Narapidana & Anak Binaan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.04