Jejak Perdagangan Ilegal dari Satwa Langka di India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima bayi orangutan ditemukan di hutan distrik Balasore, Odisha, India timur, yang sebenarnya berasal dari Sumatra dan Kalimantan, Indonesia. Kementerian Kehutanan Indonesia meminta India menyelidiki asal-usul satwa terancam punah tersebut dan memulangkannya. Temuan ini menyoroti jalur perdagangan ilegal satwa liar antara Indonesia-Malaysia-India. Di India, penyelundupan satwa eksotis meningkat signifikan sejak 2018 melalui rute darat (Myanmar, Bangladesh) dan udara (Thailand, Malaysia). Data TRAFFIC mencatat 7.272 satwa disita dari bagasi penumpang Januari 2022-Mei 2025, dengan lebih 80 persen di India. Sejumlah kasus serupa termasuk sisa 40 satwa langka dari Kuala Lumpur (Nov 2024) dan 284 satwa eksotis dari Bangkok (Juni 2025). Platform media sosial memfasilitasi perdagangan ilegal dengan menampilkan koleksi hewan peliharaan eksotis milik orang kaya. Sistem penegakan hukum belum berkembang secepat skala perdagangan tersebut, sehingga penyitaan masih bersifat reaktif tanpa pemetaan jaringan penyelundupan.
Bagikan
Berita terkait
Nasib Bayi Orang Utan yang Terlantar di India
kumparan · 12 September 2026 pukul 08.00
Indonesia Upayakan Repatriasi Lima Bayi Orangutan dari India
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.54
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 330 Kg Emas, Jaringannya dari China-India
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.35
Pegiat Lingkungan Dorong Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.53