Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Serukan GERBANG TOLL PBNU untuk Evaluasi LPJ

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Gus Lilur mengusung Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU (GERBANG TOLL PBNU). Gerakan ini mengajak para muktamirin menilai dan memutuskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara objektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Gus Lilur menegaskan bahwa GERBANG TOLL PBNU bukan bentuk permusuhan terhadap NU atau pengurus yang telah selesai masa khidmah, melainkan bagian dari mekanisme organisasi untuk menilai kinerja kepengurusan.

Gus Lilur mempertanyakan hasil konkret yang dicapai PBNU selama satu periode, seperti pembentukan institusi pendidikan atau rumah sakit yang benar-benya berkembang. Ia juga menyoroti konflik internal PBNU yang terbuka di akhir 2025, termasuk saling pemberhentian dan klaim kewenangan antarpimpinan, yang menurutnya perlu diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menyeret nama besar NU.

Selain itu, Gus Lilur menekankan pentingnya keterhubungan antara PBNU dengan struktur daerah seperti PWNU dan PCNU. Ia menolak istilah seperti caretaker atau pembekuan SK yang dapat mengikis rasa memiliki terhadap jam'iyah. Gus Lilur juga menyinggung perkara hukum yang melibatkan tokoh terkait NU, namun tetap menghormati praduga tak bersalah dan proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengajak seluruh muktamirin datang ke Muktamar dengan mandat organisasi, bukan kepentingan kelompok, dan membaca LPJ secara kritis sebelum mengambil keputusan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait