Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Jerat Pungli dan Miras di Kalijodo

Kalijodo memiliki sejarah panjang yang bermula dari tradisi pencarian jodoh etnis Tionghoa bernama peh cun pada era 1950-an. Namun, tradisi ini dilarang oleh Wali Kota Sudiro pada tahun 1958, yang kemudian diikuti pergeseran fungsi kawasan menjadi pusat hiburan malam dan prostitusi kelas bawah.

Kawasan kelam tersebut akhirnya diratakan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 29 Februari 2016 di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Melalui skema CSR swasta, area ini diubah menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diresmikan pada 22 Februari 2017. Saat ini, Kalijodo menjadi area modern dengan fasilitas arena BMX, papan seluncur standar internasional, amfiteater, serta instalasi Tembok Berlin.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait