Jerat Pungli dan Miras di Kalijodo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1460996/original/055826100_1483531386-20170104-Kalijodo-Jakarta-JT3.jpg)
Kalijodo memiliki sejarah panjang yang bermula dari tradisi pencarian jodoh etnis Tionghoa bernama peh cun pada era 1950-an. Namun, tradisi ini dilarang oleh Wali Kota Sudiro pada tahun 1958, yang kemudian diikuti pergeseran fungsi kawasan menjadi pusat hiburan malam dan prostitusi kelas bawah.
Kawasan kelam tersebut akhirnya diratakan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 29 Februari 2016 di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Melalui skema CSR swasta, area ini diubah menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diresmikan pada 22 Februari 2017. Saat ini, Kalijodo menjadi area modern dengan fasilitas arena BMX, papan seluncur standar internasional, amfiteater, serta instalasi Tembok Berlin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.46
Viral Botol Miras dan Pungli di Kalijodo, Pramono Perintahkan Segera Tertibkan
Berita terkait
Pramono Buka Suara soal Temuan Botol Miras dan Pungli di Kalijodo
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 14.18
Museum Jakarta Jangan Hanya Menjadi Gudang Sejarah
kumparan · 12 September 2026 pukul 19.00
Terkuak! Keterlambatan Kereta Api Akibat Cuaca Luar Angkasa Terjadi pada 1848, Bukan 1841
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.46
Pramono Bertolak ke New York, Hadiri U20 dan Bertemu Wali Kota Zohran Mamdani
Detik.com · 18 September 2026 pukul 07.59