Jokowi Jadi Kader PSI, Efriza Bongkar Sikap PDIP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini diperkirakan tidak akan membuat PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah politik secara terburu-buru. Menurut peneliti senior Citra Institute, Efriza, PDIP justru akan lebih fokus memperkuat konsolidasi internal partai. PDIP memiliki sejarah panjang bersama Jokowi, sehingga partai tersebut memahami dinamika politik mantan gubernur DKI Jakarta itu. Menurut Efriza, PDIP tentu mencermati langkah Jokowi, tetapi tidak perlu meresponsnya secara berlebihan. Konsolidasi internal justru menjadi pekerjaan utama partai. Beberapa respons kader PDIP, seperti ucapan selamat dari Puan Maharani dan pernyataan Said Abdullah yang menyatakan keputusan bergabung dengan partai lain sebagai hak politik setiap warga negara, menunjukkan bahwa PDIP tidak menganggap kehadiran Jokowi di PSI sebagai ancaman langsung. Sikap PDIP dianggap sebag sebagai cara untuk mengelola dinamika politik tanpa memperbesar konflik terbuka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 12.00
Di Balik Kepercayaan Diri Jokowi dan PSI, Megawati Didesak Selamatkan PDIP Menuju 2029
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 10.20
Masuknya Jokowi ke PSI Bikin Heboh, Ade Armando Sebut Respons Kader PDIP Memalukan
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.36
Jokowi Pamer KTA PSI, PDIP Nyindir Tipis-Tipis: 'Tunjukkan Dong Ijazahya, He-He-He'
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.39
Terbongkar Alasan di Balik Pamer KTA PSI! Hendri Satrio Sebut Jokowi Sengaja Incar Bandung: Itu Kandang Prabowo!
Berita terkait
Jokowi Pamer KTA PSI, Said PDIP: Gua Urus Partai Sendiri
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.23
PDIP Sindir Jokowi: Mungkin Besok-besok, Kalau Ditanya Ijazah, Cukup Tunjukkan KTA
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 13.45
Sindiran Jubir PDIP ke Jokowi usai Pamer KTA PSI: Harusnya Ijazah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.03
PSI: Ketika Jokowi Memilih Kami, Ternyata Ada Yang Terganggu-ganggu!
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 06.00