Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jurus Surabaya Kurangi Sampah & Tekan Biaya TPA Lewat Program Pisang Danor

Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Pisah Danor (Pemilahan Sampah Anorganik dan Organik) untuk mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga sebelum mencapai TPA Benowo. Program ini diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemberdayaan Perempuan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya mengurangi sampah organik yang menjadi jenis sampah terbanyak, sekaligus menekan biaya pengelolaan yang ditimbulkan. Pemkot Surabaya harus membayar biaya sebesar Rp217.000 per ton di TPA Benowo, sehingga pengolahan sampah organik dari rumah diharapkan dapat mengurangi beban ini dan mengalihkan anggaran untuk program prioritas seperti pendidikan gratis.

Program ini diluncurkan pada 5 Agustus 2026 di Graha YKP, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut. Peserta program adalah perwakilan enam RW terbaik dari setiap kecamatan yang melalui proses seleksi di tingkat kelurahan. Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyatakan bahwa fokus program ini adalah pada sampah organik rumah tangga, sementara pemilahan sampah anorganik sudah berkembang melalui bank sampah. Sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dapat dijual langsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya M Fikser menyampaikan bahwa produksi sampah harian di Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton, dengan 200 ton sudah diintervensi melalui TPS 3R, bank sampah, dan pemilahan oleh masyarakat. Sisa sebesar 1.600 ton dikirim ke TPA Benowo. Sampah di TPA kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui Gasification Power Plant (9 MW) dan Landfill Gas Power Plant (2 MW). Pemkot menargetkan pemilahan sampah dari rumah tangga mencapai 40 persen untuk mendukung target pengurangan sampah nasional.

Berita terkait