Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Kabar Buruk untuk Dunia! Terusan Panama Macet, Dampaknya Tak Main-Main

Kekeringan akibat fenomena El Nino memaksa Terusan Panama untuk membatasi lalu lintas kapal, dengan rencana kebijakan yang diajukan kepada parlemen Panama menurunkan rata-rata transit harian dari 36 kapal pada Agustus menjadi 29,5 kapal mulai Oktober, penurunan sekitar 18%. Pada September, otoritas setempat sudah memangkas transit harian dari 36 menjadi 32 kapal. Terusan Panama, yang menangani sekitar 5% perdagangan maritim dunia dan hampir 40% lalu lintas peti kemas AS, menjadi titik kritis dalam rantai pasok global. Pada Agustus, kapal harus menunggu hingga 10 hari untuk memasuki terusan, dan satu kapal kontainer dilaporkan membayar sekitar US$4 juta untuk melompati antrean.

Pembatasan ini dipengaruhi oleh penggunaan air tawar dari sungai-sungai yang mengalir ke Danau Gatun untuk menggerakkan sistem pintu air. Pada September, wilayah tangkapan air menerima curah hujan di bawah rata-rata. Jika ketinggian air danau tidak aman, otoritas akan memberlakukan pembatasan tambahan demi keselamatan dan cadangan air. Situasi serupa terjadi pada 2023, ketika permukaan air turun drastis dan transit harian dipangkas dari 38 menjadi 22 kapal.

Dampak El Nino juga terlihat dari rekor suhu ekstrem global. Analisis AFP terhadap data Copernicus menunjukkan 52 negara memecahkan rekor suhu musiman pada Juni-Agustus, termasuk sembilan negara di Amerika Tengah dan selatan Amerika Selatan. Lebih dari sepertiga pendudut wilayah musim panas terpanas berada di Afrika, dengan 18 negara Afrika mencatat rekor suhu, dari Mauritania dan Sierra Leone hingga Eritrea dan Ethiopia. Fenomena ini juga mencakup kekeringan parah di Sudan dan kebakaran hutan di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait