BMKG: Kualitas Udara di Palembang Level Sangat Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level sangat berbahaya. Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB, Minggu (4/10). Kategori ini termasuk dalam bahaya ekstrem bagi kesehatan. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa tingginya konsentrasi PM2.5 dipengaruhi oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Sumatera Selatan yang terbawa ke Kota Palembang. PM2.5 adalah partikel udara dengan ukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer yang dapat masuk ke dalam paru-paru dan sistem pernapasan. BMKG dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa ke luar, disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 15.35
Foto: Dikepung Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 11.42
Gubernur Sumsel Gratiskan Pengobatan ISPA Bagi Warga Terdampak Karhutla
Berita terkait
Dikepung Asap Karhutla, Kualitas Udara di Palembang Sangat Tidak Sehat
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.21
Kualitas Udara Memburuk, BMKG Minta Warga Palembang Pakai Masker
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 06.00
Kualitas Udara Makassar Memburuk, BMKG Duga Imbas Asap Karhutla
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 12.51
FOTO: Wajah Tak Sehat Udara Palembang Terbekab Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.22