Kabut Asap Karhutla Ganggu Pembelajaran, Herman Deru Serahkan Kebijakan ke Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus mengganggu aktivitas pendidikan. Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah, dengan pertimbangan kondisi kualitas udara setempat. Herman Deru menekankan bahwa kepala sekolah dan komite sekolah lebih mengetahui kondisi anak-anak dan kualitas udara di wilayah masing-masing, sehingga dapat menentukan langkah yang paling aman. Sekolah dapat menerapkan berbagai opsi seperti pembelajaran hybrid, penyesuaian jam masuk, mempercepat waktu kepulangan siswa, atau penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan kebijakan ini, pemerintah provinsi tidak memaksakan satu pola pembelajaran untuk seluruh wilayah, mengingat perbedaan tingkat paparan kabut asap dan kualitas udara di setiap daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.14
Siswa SD-SMP Dipulangkan Imbas Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Solo
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.42
Zohran Mamdani Larang Penggunaan AI Generatif di Sekolah
kumparan · 3 September 2026 pukul 13.41
Penerbangan dari & ke Bandara Singkawang Dibatalkan Akibat Kabut Asap
Detik.com · 3 September 2026 pukul 13.30
Pesawat yang Ditumpangi Menhut Gagal Mendarat di Pontianak karena Kabut Asap
Berita terkait
Kabut Asap Karhutla Makin Tebal, 3.524 Sekolah di Kalimantan Terapkan PJJ
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 13.17
Kadisdik Kalteng Buka Suara soal Viral Nasib MBG di Tengah Karhutla
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.22
Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Wako Agung Tinjau Sekolah dan Sapa Siswa
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.21
FOTO: Dikepung Asap Karhutla, Ribuan Siswa Belajar dari Rumah
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.48