Kantor Polisi di Kolombia Diserang Truk Isi Bom Jelang Pelantikan Presiden Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah truk berisi bahan peledak menyerang kantor polisi di Cucuta, Kolombia, dekat perbatasan Venezuela, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Insiden ini terjadi sepekan sebelum pelantikan presiden terpilih, Abelardo de la Espriella. Setidaknya 11 orang terluka, termasuk delapan polisi dan tiga warga sipil. Sekretaris keamanan setempat menyebut serangan itu keji dan brutal.
Presiden terpilih mengecam aksi ini sebagai terorisme, menyatakan bahwa terorisme tidak akan mengintimidasi Kolombia atau mematahkan tekad rakyatnya. Pihak berwenang menawarkan imbalan lebih dari USD 32.000 atau sekitar Rp 500 juta untuk informasi yang mengarah pada para pelaku.
De la Espriella akan dilantik pada 7 Agustus di Cali, menggantikan Gustavo Petro. Didukung pemerintahan Presiden AS Donald Trump, ia berjanji memperketat perlawanan terhadap kelompok gerilya dan organisasi narkoba yang memicu kekerasan terburuk di negara itu dalam satu dekade terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 07.44
Ledakan di kantor polisi Pakistan tewaskan 14 orang
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 08.52
Eks PM Israel: Qatar Adalah Musuh yang Lebih Berbahaya daripada Iran
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 08.15
Bom Guncang Restoran Mewah di Malam Minggu, Korban Berjatuhan
Berita terkait
Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah, Pengamat Intelijen Minta BNPT-Polri Usut Dugaan Terorisme
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 16.05
Situasi Ngeri Setelah Pelantikan Presiden Baru Kolombia
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 22.55
Iran Mulai Diserang Dari Dalam: Markas Militer Diserbu-Tentara Tewas
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 06.20
Militer AS Melarang Merekam Dampak Serangan Rudal Iran, Ini Alasannya
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 14.34