Kapolda Banten Ajak Warga Bikin Bak Tampung Air Hujan untuk Cadangan Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapolda Banten Irjen Hengki mengajak warga di daerah rawan kekeringan untuk membangun bak penampungan air hujan sebagai cadangan air saat musim kemarau. Ia menekankan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya melalui pengiriman bantuan air bersih, tetapi juga dengan langkah preventif seperti pembangunan bak penampungan.
Hengki menceritakan pengalamannya saat menjabat kapolsek di Indragiri Hilir, Riau, di mana masyarakat setempat memiliki bak penampungan air hujan yang terpasang talang dari genting. Saat musim kemarau dan sumur bor kering, air hujan yang tersimpan masih dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti MCK. Di Riau, meskipun air tanah tidak layak konsumsi karena tanah gambut, bak penampungan ini membantu masyarakat tidak kekurangan air.
Ia menyarankan agar bak penampungan dibangun baik secara perorangan maupun komunal. Contohnya, di tempat umum seperti masjid dengan lahan luas, dapat dibuat bak berkapasitas besar untuk digunakan bersama warga satu RT atau kelurahan. Untuk perorangan, disarankan bak berukuran 5x5 meter dengan kedalaman 2 meter yang dicor untuk keamanan.
Bagikan
Berita terkait
Strategi Menteri Dody Hanggodo Tangkal Bencana Kekeringan
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 18.12
Atasi Bencana Kekeringan, Menteri Dody Siagakan Sumur Bor hingga Bendungan
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 17.41
Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Jangkau Wilayah Kekeringan
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 08.48
Kebakaran Lahan di Sulsel Hanguskan 22 Hektare dalam Sehari, Enrekang Terparah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.30