Kapolda Papua Barat Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Black September
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Alfred Papare meminta masyarakat tidak terprovokasi isu 'Black September' yang dikaitkan dengan rencana aksi unjuk rasa. Ia memastikan kepolisian telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut. Alfred mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan agenda 'Black September' dan menegaskan akan tindak tegas terhadap pelaku provokasi. Kepolisian mendapatkan informasi mengenai ajakan demonstrasi besar yang beredar di media sosial, sehingga melakukan koordinasi dengan tokoh adat, masyarakat, agama, dan pemuda untuk menjaga situasi tetap kondusif. Meskipun mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, Alfred menekankan bahwa unjuk rasa harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk pemberitahuan kepada kepolisian dan penjagaan ketertiban selama aksi. Alfred juga menyoroti aksi pemalangan jalan yang terjadi di Manokwari beberapa hari sebelumnya, dan memastikan kejadian serupa tidak akan ditolerir karena mengganggu aktivitas masyarakat. Isu 'Black September' juga menjadi perhatian Polri, dengan Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo memerintahkan antisipasi terhadap potensi demonstrasi yang diperkirakan berlangsung pada 24 September 2026, bertepatan dengan Hari Tani Nasional dan peringatan peristiwa Semanggi II.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 18.06
Polisi Amankan 4 Pemuda dan Sita 13 Klip Ganja Saat Patroli di Jakut
Berita terkait
Isu Demo Black September, Ini Perintah Wakapolri ke Polisi
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 14.56
Wakapolri: Waspadai Isu Aksi Black September
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 14.06
Wakapolri Minta Anggotanya Siaga Hadapi Isu Aksi Black September
Detik.com · 7 September 2026 pukul 17.57
IPW Dorong Polda Metro Usut Aktor Intelektual Kerusuhan 27 Agustus
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.21