Karhutla: Bencana Alam Atau Kejahatan Terstruktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG mengeluarkan peringatan dini kemarau ekstrem sejak Maret 2026, namun kebakaran hutan dan lahan terus terjadi hingga menyelimuti Kalimantan, Sumatera, dan Papua Selatan. Akibatnya, puluhan ribu warga terdampak, kasus ISPA meningkat, dan aktivitas sekolah terganggu. Publik dan negara tetangga kembali mengeluhkan dampak asap yang ditimbulkan.
Wahyu Pradana dari Pantau Gambut mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kebakaran yang berulang, termasuk kerusakan ekosistem gambut, dugaan pembukaan lahan secara disengaja, dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Diskusi ini dilakukan dalam program One on One bersama Prisca Papilaya.
Pertanyaan krusial yang muncul adalah apakah pemerintah telah benar-benar mengantisipasi ancaman yang sebenarnya sudah lama diperingatkan. Program One on One akan menyiarkan pembahasan ini pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB di SINDOnews TV.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.10
Kalimantan Selatan 'Membara', BMKG Deteksi 473 Titik Panas
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 11.24
Ada 473 Titik Panas di Kalsel, Hampir Seluruh Wilayah Masuk Zona Merah Karhutla
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 10.52
Ada 473 Titik Panas di Kalimantan Selatan
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.39
Karhutla Landa Wilayah Timpeh Dharmasraya
Berita terkait
BMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Lintas Negara karena Terbawa Angin
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 17.04
Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Api Belum Padam
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 13.25
Satelit NASA Tangkap Penampakan Kalimantan Diselimuti Asap dan Hotspot
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 14.15
Legislator Soroti Hotspot Karhutla Kalimantan, Minta Penanganan Dipercepat
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 11.09