Karhutla Berulang Berpotensi Turunkan Kepercayaan Investor Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi rutin setiap tahun menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Menurut Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), kejadian berulang ini berpotensi menurunkan kepercayaan investor global dalam menanamkan modal di sektor strategis. Ketidakpastian lingkungan menjadi pertimbangan utama bagi investor sebelum memutuskan investasi.
Dampak negatif Karhutla tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak reputasi komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional. Jika standar keberlanjutan terganggu akibat kebakaran lahan, nilai dan permintaan ekspor produk Indonesia dapat menurun secara signifikan. Hal ini berisiko memperluas defisit perdagangan dan menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Di sisi lain, Esther menjelaskan bahwa Karhutla juga menimbulkan efek berantai yang merugikan perekonomian lokal. Kerusakan ini menyebabkan hilangnya hasil hutan non-kayu, kerusakan infrastruktur, serta tekanan pada sektor pertanian dan perkebunan akibat kondisi kekeringan yang berkepanjangan. Kerugian nyata ini memperparah kesulitan perekonomian yang sudah terdampak pandemi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 00.24
Pemerintah Siagakan 1.425 Relawan Tangani Kebakaran Hutan
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 00.22
Pemerintah Siagakan 1.425 Relawan Tangani Kebakaran Hutan 6 Provinsi
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.07
Pemerintah Siagakan 1.425 Relawan Tangani Kebakaran Hutan di 6 Provinsi
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 22.00
Karhutla Mengancam, Pemerintah Tutup Sementara Pendakian 9 Taman Nasional
Berita terkait
Airlangga Akui Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.45
Polda Kalbar Tetapkan 5 Tersangka Kasus Karhutla
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 01.00
Karhutla Mulai Mereda, Menhut Raja Juli Ingatkan Titik Api Bisa Muncul Lagi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 00.13
Dishut Kaltara Imbau Warga Waspadai Asap Karhutla, Polda Selidiki 12 Titik Kebakaran
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 22.00