Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla Berulang Berpotensi Turunkan Kepercayaan Investor Global

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi rutin setiap tahun menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Menurut Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), kejadian berulang ini berpotensi menurunkan kepercayaan investor global dalam menanamkan modal di sektor strategis. Ketidakpastian lingkungan menjadi pertimbangan utama bagi investor sebelum memutuskan investasi.

Dampak negatif Karhutla tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak reputasi komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional. Jika standar keberlanjutan terganggu akibat kebakaran lahan, nilai dan permintaan ekspor produk Indonesia dapat menurun secara signifikan. Hal ini berisiko memperluas defisit perdagangan dan menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Esther menjelaskan bahwa Karhutla juga menimbulkan efek berantai yang merugikan perekonomian lokal. Kerusakan ini menyebabkan hilangnya hasil hutan non-kayu, kerusakan infrastruktur, serta tekanan pada sektor pertanian dan perkebunan akibat kondisi kekeringan yang berkepanjangan. Kerugian nyata ini memperparah kesulitan perekonomian yang sudah terdampak pandemi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait