Karhutla Gunung Semeru Padam, Hanguskan 3.072 Hektare Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru resmi dinyatakan padam per 5 September 2026 setelah petugas gabungan tidak lagi menemukan titik api. Proses pemadaman dilakukan melalui penyisiran jalur darat dan water bombing menggunakan helikopter. Saat ini, pengawasan area dilanjutkan melalui patroli rutin oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Bencana ini menghanguskan total 3.072 hektare lahan hingga 1 September 2026. Area terdampak terluas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya seluas 1.887 hektare, diikuti kawasan Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 seluas 881,78 hektare, serta Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan seluas 211,24 hektare. Petugas masih menghitung total luas dampak akhir di Blok Krepelan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 09.34
Karhutla Gunung Semeru Akhirnya Padam, 3.072 Hektare Terdampak
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 12.37
Semeru Erupsi Saat Karhutla Belum Padam, Luas Hutan Terdampak Tembus 3.000 Hektare
Berita terkait
Karhutla Lereng Semeru Capai 600 Hektare Lebih, Petugas Cegah Api Mendekati Permukiman
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 08.33
Karhutla Kawasan Gunung Semeru Meluas Hampir 600 Hektare
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.02
Ada 7 Titik Karhutla di Gunung Semeru, Lihatlah Kondisinya
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.55
170 Pendaki Semeru yang Dievakuasi Sudah Tiba di Ranupani, Begini Kondisi Terbarunya
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.32