Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla Kalbar Ancam Satwa, Ular hingga Trenggiling Ditemukan Mati Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menelan korban satwa liar. Dalam waktu 8 bulan, tim Manggala Agni menemukan beberapa satwa yang mati terbakar, termasuk seekor trenggiling dan sejumlah ular. Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Efendi, memastikan temuan trenggiling di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Ular menjadi satwa yang paling sering ditemukan mati akibat terjebak api, karena gerak melatanya yang sulit meloloskan diri saat api merambat di permukaan lahan. Sampai kini, belum ada laporan ditemukannya korban satwa besar seperti orangutan atau beruang, karena insting bertahan hidup yang lebih kuat.

Dampak karhutla Kalbar semakin luas. BPBD Kalbar mencatat 38.310,86 hektare lahan terbakar hingga Agustus 2026, dengan Kabupaten Ketapang sebagai wilayah terdampak terluas (12.443 hektare). Kemenkes melaporkan lonjakan kasus ISPA hingga 400 ribu kasus per minggu pada 2026 akibat musim kemarau dan karhutla. BNPB mendeteksi 1.487 titik panas di Kalimantan, sementara kabut asap menyebabkan jarak pandang di Bandara Supadio turun di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam jadwal penerbangan pada Jumat (21/8/2026).

BPBD Kalimantan Barat menetapkan status siaga darurat bencana asap hingga 15 November 2026, menyusul temuan 200 titik panas di 12 kabupaten. Tim Resor Siak bersama masyarakat dan perangkat kampung melakukan pengamatan dan penelusuran di lokasi yang dilaporkan meng mengandung jejak satwa. Temuan ini memperkuat kekhawatiran akan ancaman karhutla terhadap kelestarian biodiversitas di wilayah yang terdampak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait