Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Kasus Keracunan MBG Jangan Dilihat dari Kecilnya Persentase

Pakar keamanan dan ketahanan pangan Eko Hari Purnomo menegaskan bahwa kasus keracunan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh diabaikan hanya karena persentasenya kecil. Menurutnya, keamanan pangan harus dipastikan mutlak karena pangan yang tidak aman tidak layak disebut pangan. Ia menjelaskan bahwa keamanan tidak bisa diukur dari angka persentase sakit, melainkan dari ketiadaan konsumen yang mengalami kondisi tidak sehat setelah mengonsumsi pangan tersebut.

Eko menekankan bahwa program MBG bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak agar mereka bisa tumbuh dan berkembang optimal sebagai sumber daya manusia di masa depan. Namun, jika pangan yang disajikan meng mengakibatkan sakit, justru gizi yang seharusnya mendukung pertumbuhan anak malah terpaksa digunakan oleh tubuh untuk proses penyembuhan. Hal ini justru menghambat pencapaian tujuan program.

Menurut Eko, setiap kasus keracunan harus ditindaklanjuti serius agar kepercayaan publik terhadap program ini tetap terjaga dan tujuan pembangunan sumber daya manusia melalui gizi yang optimal tidak terganggu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait