Kebakaran Bromo Diduga Berawal dari Perapian Pelintas Jalur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo diduga disebabkan oleh aktivitas manusia, bukan faktor alam. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan dugaan ini didasarkan pada lokasi awal munculnya titik api yang berada di puncak tebing Blok Bantengan-Jantur, sebuah jalur tradisional yang menghubungkan Desa Argosari dengan Ranu Pani. Jalur ini sering dilintasi warga dan pendaki, sehingga diduga seseorang membuat perapian untuk menghangatkan diri di suhu dingin, namun tidak memadamkannya dengan benar hingga akhirnya tertiup angin dan menyebar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 07.17
Kebakaran hutan di kawasan TNBTS capai 520 hektare
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 15.45
Sudah 6 Hari Api di Bromo Belum Padam, TNI AL Turun Tangan
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 13.33
176,20 Hektare Kawasan Gunung Bromo Terbakar, Pemadaman via Darat dan Udara
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.06
Pengelola Ungkap Kebakaran 120 Ha Lahan di Gunung Bromo Dipicu Ulah Manusia
Berita terkait
Tim Gabungan Fokus Pembasahan 8 Titik Panas di Kawasan Bromo
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.33
Kebakaran Bromo Mereda, Luas Lahan Terbakar 1.120 Hektare
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.29
Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total akibat kebakaran hutan
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 20.55
BNPB Sebut Karhutla di Kawasan Bromo Tinggal 2 Titik Api
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.14