Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebutuhan Minyak Nabati Dunia Tembus 300 Juta Ton, Sawit jadi Andalan

Kebutuhan minyak nabati dunia diproyeksikan mencapai 300 juta ton pada 2050, naik dari 215,6 juta ton pada 2025. Dengan populasi dunia diperkirakan mencapai 10 miliar orang, kelapa sawit diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 60 persen terhadap kebutuhin minyak nabati global. Founder PASPI Tungkot Sipayung menjelaskan bahwa produktivitas minyak sawit dapat mencapai delapan hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan sumber minyak nabati lain seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari. Meskipun luas areal sawit hanya sekitar 29 juta hektare, kontribusinya mencapai 41,4 persen dari produksi minyak nabati dunia. Potensi peningkatan produktivitas sawit masih terbuka luas hingga 50-100 persen melalui perbaikan praktik perkebunan dan inovasi teknologi. Strategi peningkatan produktivitas sawit meliputi dua pendekatan: peremajaan tanaman menggunakan varietas unggul dan penerapan good agricultural practices (GAP) pada perkebunan eksisting. Pemerintah melalui BPDP mendukung upaya ini melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Menurut Tungkot, kombinasi kedua strategi dapat meningkatkan produktivitas sawit hingga dua kali lipat. Industri sawit juga melibatkan sekitar 42 persen petani sawit rakyak dan jutaan UMKM di sepanjang rantai pasok, menjadikannya komoditas yang penting secara ekonomi, sosial, dan ekologis. Dengan harga yang kompetitif dan pasokan yang stabil sepanjang tahun, minyak sawit berperan besar dalam menyediakan minyak nabati terjangkau bagi masyarakat dunia, termasuk kelompok berpendapatan rendah. Proyeksi ini menegaskan peran strategis Indonesia sebagai produsen minyak nabati utama yang dapat memenuhi kebutuhan global yang terus meningkat.

Berita terkait